Wanayasa Indah

Wanayasa Indah
Desa Wisata Wanayasa - Purwakarta

21 Nov 2012

Wisata ke Candi Borobudur

 
Jogjakarta....
Kota budaya, kota wisata, kota kuliner, kota pendidikan,....Entah apa lagi yang cocok untuk Jogjakarta atau Yogyakarta ini...
Setelah berkali - kali berkunjung ke Jogja, baik karena alasan mengunjungi saudari sepupuku ataupun kunjungan kerja....tapi kali ini aku akhirnya bisa berkunjung ke Candi Borobudur....Cihuyyyy!!
Dengan menyewa kendaraan seharga Rp 400.000,- (incl. driver, BBM) seharian, aku berangkat bersama sepupuku. Berkeliling di Candi Borobudur yang Woowww....super besar sekali candinya... Tak salah jika Candi Borobudur dinobatkan sebagai salah satu keajaiban dunia! Kerennnn.....
Sebelum aku ceritakan perjalananku kesana, ini aku bagi dulu kisahnya....:

Borobudur adalah candi Budha terbesar yang dibangun pada sekitar 800 Sebelum Masehi atau di abad ke-9 yang berukuran 123 x 123 meter. Candi Borobudur selesai dibangun berabad-abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa.
Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.

Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.
 
Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun.
Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.

Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.
Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.

Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.
 
Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia.
Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh Candi Borobudur.

Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi. Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 meter kubik. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen.
Sedangkan relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief terdapat pada dinding candi. Candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda. Relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya.
 
Saat ini, Borobudur telah menjadi obyek wisata yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, Candi Borobudur telah menjadi tempat suci bagi penganut Buddha di Indonesia dan menjadi pusat perayaan tahunan paling penting penganut Buddha yaitu Waisak.
Borobudur menjadi salah satu bukti kehebatan dan kecerdasan manusia yang pernah dibuat di Indonesia. Borobudur menjadi obyek wisata dan budaya utama di Indonesia selain Bali dan Jakarta. Setelah mengunjungi Borobudur, Anda bisa juga mengunjungi desa di sekitarnya seperti Karanganyar yang memiliki beberapa obyek wisata menarik.

Nah, sekarang lanjut ke cerita perjalananku yaa....
Candi Borobudur terletak 40 Km dari Jogja, berada di kabupaten Magelang, Jawa Tengah .
Tiket pintu masuk Candi dikenakan biaya Rp 30.000/Orang dewasa, dan Rp 12.500,- /anak.
Pada saat mendekati candi kami diwajibkan memakai selembar/kain batik yang dikenakan di pinggang. Sarungisasi itu sebutannya, membiasakan memakai sarung/kain di area Candi Borobudur untuk mendukung pelestarian & penghargaan warisan dunia.

Untuk bisa mencapai puncak candi borobudur, kami menaiki tangga batu yang tersusun rapi. Kami harus sangat berhati-hati karena tangganya curam, terlebih karena banyaknya pengunjung candi, jadi kita harus antri dan bergantian naik/turunnya.

Di dinding candi banyak sekali relief-relief yang sangat indah...dan tentunya mempunyai arti.
Setelah mencapai puncak candi, kami sedikit tersendat karena terhalang upacara keagamaan yang dilakukan oleh umat Budha yang datang dari Kamboja. Setelah mereka selesai, kami pun bergegas turun untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang mau naik dan melihat-lihat puncak candi borobudur.

Setelah puas berkeliling candi, kami pun melanjutkan berkeliling dengan naik delman. Melewati pintu keluar, sarung kita kembalikan ke pos/petugas tempat sarung-sarung itu dikumpulkan.

Setelah puas berbelanja beberapa souvenir, kami pun beranjak pulang dan mampir di rumah makan Je'jamuran, resto yang menyajikan berbagai olahan dari jamur.
Sambil makan siang, kami ditemani live music yang sangat menghibur. Kalo gak inget suara lagi serak habis, mungkin aku dah ikut bernyanyi di panggung..heheee....

Jogja memang penuh daya tariknya.... Itu sebabnya, aku gak pernah bosan untuk terus kembali ke Jogjakarta...

See you again Yogya!




READ MORE - Wisata ke Candi Borobudur

Tempat Wisata di Kota Bandung, Jawa Barat


 

Inilah Daftar Tempat Wisata Favorit di Kota Bandung:

1. Trans Studio Bandung

Wahana rekreasi Trans Studio Bandung di Bandung Super Mal (BSM) adalah wahana mainan indoor terbesar di dunia. Trans Studio Resort Bandung adalah kawasan wisata terpadu di Bandung, Indonesia, tepatnya di area Bandung Supermal. Trans Studio dibangun seluas 4,2 hektare dengan investasi mencapai Rp 2 triliun.Trans Studio Bandung dibangun di area seluas 4,2 hektar sehingga membuat Trans Studio Bandung sebagai Kawasan terpadu Resort terluas dan terlengkap di Bandung. Wahana yang terdapat menawarkan petualangan dan sensasi baru yang tidak kalah menantang seperti pendahulunya yaitu Trans Studio Makasar yang dibuka tahun 2008 Silam.
 

2. Taman Ade Irma Suryani Nasution (Taman Lalu Lintas)

Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution adalah tempat yang tepat bagi anak untuk belajar kelalulintasan. Di taman yang sejuk dan nyaman ini, anak-anak akan menikmati berkendara dengan sepeda atau kendaraan mini di jalur buatan yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas. Dan langsung mempraktekkan pelajaran kelalulintasan dalam suasana permainan yang menyenangkan. Lingkungan taman yang luas, hijau dan dilengkapi dengan kursi-kursi taman sangat cocok sebagai pilihan rekreasi Anda sekeluarga.
3. Museum Mandala Wangsit Siliwangi

Museum Mandala Wangsit Siliwangi adalah museum senjata yang berada di Bandung, Jawa Barat. Nama Siliwangi sendiri adalah seorang pendiri Kerajaan Pajajaran yang kekuasaanya tak terbatas, konon raja yang arif dan bijaksana serta wibawa dalam menjalankan roda pemerintahaan, sedangkan arti Mandala Wangsit adalah sebuah tempat untuk menyimpan amanat, petuah atau nasihat dari pejuang masa lalu kepada generasi penerus melalu benda-benda yang ditinggalkannya. Nama jalan tempat museum ini, Jl. Lembong, diambil dari nama Letkol Lembong, salah satu prajurit Siliwangi yang menjadi korban dalam Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil. Sebelumnya jalan itu bernama Oude Hospitaalweg.
4. Museum Konferensi Asia Afrika

Gedung yang terletak di jalan Asia Afrika ini didirikan oleh seorang arsitek Belanda yang bernama Van Galenlast dan C.O. Wolf Shoomaker. Gedung ini menjadi sangat terkenal sejak diadakannya Konferensi Asia Afrika tahun 1955, kemudian Konferensi Mahasiswa Asia Afrika tahun 1956 dan Konferensi Islam Asia Afrika yang menyimpan naskah-naskah dan peniggalan-peniggalan Asia Afrika yang terkenal. Gedung ini dibuka untuk umum setiap harikerja dan mudah dicapai dengan menggunakan bus kota jurusan Cicaheum-Cibeureum, Museum ini menampilkan koleksi foto-foto dan barang-barang tiga dimensi yang berhubungan dengan Konferensi Asia Afrika 1955, Benda-Benda KAA, Foto KAA sebelum dan sesudah peringatan KAA, Dasa Sila Bandung, Ulas Pers, Patung tokoh-tokoh KAA, Ruang pameran tetap, Ruang aula, Audio visual dan Perpustakaan
5. Alun-alun dan Masjid Agung Bandung

Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat yang dulu dikenal dengan Masjid Agung Bandung, selesai dibangun kembali pada 13 Januari 2006. Pembangunan itu termasuk dengan penataan ulang Alun-alun Bandung, pembangunan dua lantai basement dan taman kota sekaligus halaman masjid yang dapat dipergunakan untuk kegiatan seni budaya serta salat Idul Fitri dan Idul Adha. Secara resmi pembangunan fisik masjid, membutuhkan waktu : 829 hari atau 2 tahun 99 hari, sejak peletakan batu pertama 25 Februari 2001 sampai peresmian Masjid Raya Bandung 4 Juni 2003 yang diresmikan oleh Gubernur Jabar saat itu: H.R. Nuriana.

6. Monumen Bandung Lautan Api

Merupakan monumen yang menjadi markah tanah Bandung. Monumen ini setinggi 45 meter, memiliki sisi sebanyak 9 bidang. Monumen ini dibangun untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api, dimana terjadi pembumihangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha. Monumen ini berada di tengah-tengah kota yaitu terletak di kawasan Lapangan Tegallega. Monumen ini menjadi salah satu monumen terkenal di Bandung. Monumen ini menjadi pusat perhatian setiap tanggal 23 Maret mengenang peristiwa Bandung Lautan Api.
7. Museum Geologi Bandung

Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini telah direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi dibuka kembali dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000. Sebagai salah satu monumen bersejarah, museum berada di bawah perlindungan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850.

8. Gedung Sate Bandung (Kantor Gubernur Jawa Barat)


Bangunan gedung ini dirancang arsitek Ir J. Berger dari Landsgeboundienst, dinas pembangunan gedung-gedung pemerintah Negeri Belanda. Dibutuhkan tenaga hingga 2.000 orang pekerja. Di antara ribuan pekerja itu, terdapat lebih kurang 150 Cina Konghu atau Kanton, tukang kayu dan pemahat batu yang trampil di negerinya. Arsitek Belanda, Dr. Hendrik Petrus Berlage, menyebut bahwa Gedung Sate beserta rancangan kompleks Pusat Perkantoran Instansi Pemerintahan Sipil Hindia Belanda di Bandung merupakan sebuah karya besar. Sementara Coor Passchier dan Jan Wittenberg, dua arsitek Belanda yang menginventarisir bangunan kolonial di Bandung, menyebut Gedung Sate sebagai sebagai bangunan monumental yang anggun mempesona, serta memiliki gaya arsitektur yang unik, dan gigantik. Gedung Sate sendiri sebenarnya hanya bagian kecil atau sekira 5% dari “Kompleks Pusat Perkantoran Insatansi Pemerintah Sipil” Hindia Belanda yang menempati lahan Bandung Utara seluas 27.000 meter persegi. Oleh penduduk tempo dulu “Gedong Sate” dinamai “Gedong Bebe” yang kemudian lebih populer dengan “Gedung Sate” karena di puncak menara gedung tersebut terdapat “tusuk sate” dengan 6 buah ornamen berbentuk jambu air.

9. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat

Monumen ini terletak di sebelah utara Gedung Sate Bandung. Jika kita berada di plaza monumen tersebut, secara garis lurus, kita dapat melihat dengan jelas bangunan Gedung Sate. Antara monumen dan Gedung sate, terdapat Taman Kota, Jl. Surapati, Lapangan Gasibu, dan Jl. Diponegoro. Monumen ini dekat juga dengan Kampus Universitas Padjajaran di Jalan Dipati Ukur Bandung. Di sebelah barat dari monumen ini berdiri tegak Gedung Telkom Indonesia, dan di sebelah timur berdiri Gedung Pertamina Indonesia. Banyak aktivitas yang sering dilakukan di monumen ini. Selain sebagai titik massa untuk berkumpul sebelum dan sesudah aksi dalam berbagai isu tuntutan, di monumen ini sering pula diadakan acara-acara hiburan. Seperti pasar malam, acara dangdut, dan acara-acara lain yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi di negeri ini.
10. Kebun Binatang Bandung

Terletak di Jl. Tamansari. Kebun Binatang Bandung ini pada awalnya dikenal dengan nama Derenten (dalam bahasa sunda, dierentuin) yang artinya kebun binatang. Kebun Binatang Bandung didirikan pada tahun 1930 oleh Bandung Zoological Park (BZP), yang dipelopori oleh Direktur Bank Dennis, Hoogland. Pengesahan pendirian Kebun Binatang ini diwenangi oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan pengesahannya dituangkan pada keputusan 12 April 1933 No.32. Pada saat Jepang menguasai daerah ini, tempat wisata ini kurang terkelola, hingga pada tahun 1948, dilakukan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi tempat wisata ini.

11. Taman Ganesha Bandung

Adalah sebuah taman kota yang terletak di Jalan Ganesha – Bandung, persis di depan Kampus Institut Teknologi Bandung. Dari segi ukuran, taman ini tidak begitu luas namun sangat asri karena berbagai tumbuhan yang ada di taman dan sekitarnya. Taman dilengkapi dengan banyak tempat duduk yang dapat digunakan untuk refreshing khususnya di siang hari. Karena lokasinya tidak jauh dari Kebun Binatang Bandung, taman ini sering digunakan oleh para pengunjung kebun binatang untuk beristirahat bersama keluarga sambil menikmati makan siang. Di sekitar taman tumbuh pepohonan yang tinggi yang dihuni oleh beraneka ragam burung. Memang, kawasan Jalan Ganesha diperuntukkan bagi konservasi beraneka ragam burung sehingga tidak satu pun burung yang ada diperbolehkan untuk diburu.

12. Museum Pos Indonesia Bandung

Keberadaan Museum Pos Indonesia yang berlokasi tidak jauh dari Gedung Sate, tidak terlepas dari perjalanan sejarah Perusahaan Pos di Indonesia. Museum ini hadir sejak zaman Hindia Belanda, tepatnya pada tahun 1933 dengan nama Museum PTT (Pos Telegrap dan Telepon) dan menempati bagian sayap kanan bawah gedung kantor PTT . Bangunan museum ini dibangun pada tanggal 27 Juli 1920 dengan luas bangunan 706 m2 dan dirancang oleh arsitek Ir. J. Berger dan Leutdsgebouwdienst dengan gaya arsitektur Italia masa Renaissance sebagai sebuah tempat yang mengoleksi perangko-perangko dari berbagai negara.
Tempat-tempat wisata di Bandung Kota:

1.Taman Makam Pahlawan – Cikutra Bandung
2.Museum Geologi – Jl Diponegoro
3.Gedung Sate Bandung (Kantor Gubernur Jawa Barat)
4.Lapangan Gasebu (Gabungan Sepakbola Bandung Utara)

5.Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat – Jl. Dipatiukur
6.Kebun Binatang Bandung – Jl. Tamansari

7.Taman Ganesha – Jl. Ganesha
8.Taman Lansia – Jl. Cisangkuy

9.Taman Kantor Pemerintah Kota Bandung
10.Bandung Tempo Doeloe – Jl. Braga

11.Pusat Perbelanjaan Jins – Jl. Cihampelas
12.Pusat Perbelanjaan Pasar Baru – Jl. Otto

13.Pusat Perbelanjaan Kings Plaza – Jl. Kepatihan
14.Pusat Sepatu dan Tas Cibaduyut – Jl. Cibaduyut

15.Pusat Factory Outlet Jalan Riau dan Jalan Dago
16.Monumen Hussein Sastranegara – Jl. Pajajaran

17.Museum Pos Indonesia – Jl. Cisanggarung
18.Taman Kota Bandung – Jl. Merdeka

19.Taman Ade Irma Suryani Nasution (Taman Lalu Lintas) – Jl. Sumatera
20.Museum Mandala Wangsit Siliwangi – Jl. Lembong

21.Museum Konferensi Asia Afrika – Jl. Asia Afrika
22.Alun-alun dan Masjid Agung – Jl. Asia Afrika

23.Museum Sri Baguda – Jl. Lingkar Selatan
24.Monumen Bandung Lautan Api – Jl. M. Toha

25.Taman Tegalega – Astana Anyar
 
Tempat-tempat wisata di Bandung Utara:

 1.Taman Budaya Dago – Dago
2.Curug Dago – Dago
3.Taman Hutan Dago Pakar dan Gua Belanda/Jepang

4.Curug Omas – Taman Wisata Maribaya

5.Monumen Pasir Pahlawan Otto Iskandar Dinata – Lembang

6.Arena Pemancingan Bonita – Lembang
7.Teropong Bintang Bosscha – Lembang

8.Wisata Lembang – Bandung

9.Alam Jalur Alternatif Lembang-Dago
10.Vila Istana Bunga – Cihideung Lembang

11.Taman Hutan Jaya Giri – Lembang
12.Situ Lembang – Lembang

13.Bumi Perkemahan Cikole
14.Kawah Ratu – Gunung Tangkuban Parahu

15.Kawah Upas – Gunung Tangkuban Parahu
16.Kawah Domas – Gunung Tangkuban Parahu

17.Perkebunan Teh Subang – Jawa Barat
18.Pemandian Air Panas Ciater

19.Taman Bunga Cihideung – Jl. Sersan Bajuri
20.Spirit Camp & Sahabat Alam – Jl. Sersan Bajuri

21.Taman Bunga Parongpong
22.Kebun Strawbery Parongpong

23.Curug Cimahi – Cisarua

 
Tempat-tempat wisata di Bandung Selatan:

 1.Wisata Petik Strawbery – Ciwidey
 2.Soreang Jalur Utama Bandung-Ciwidey

 3.Ciwidey dan Alam Bandung Selatan
 4.Jalan Mendaki ke Kawah Putih

 5.Kawah Putih Gunung Patuha – Ciwidey
 6.Bumi Perkemahan Ranca Upas – Ciwidey

 7.Penangkaran Rusa Ranca Upas – Ciwidey
 8.Pemandian Air Panas Walini – Ciwidey

 9.Kolam Renang Air Panas Cimanggu
 10.Perkebunan Teh Rancabali – Ciwidey

 11.Telaga/Situ Patenggang – Ciwidey
 12.Perkebunan Teh Gambung – Ciwidey

 13.Perkebunan Sayur – Pangalengan
 14.Situ Cipanunjang – Pangalengan

 15.Situ Cileunca – Pangalengan
 16.Kawah Kamojang – Paseh Jawa Barat

 
Tempat-tempat wisata di Bandung Barat:

1.Leuwi Opat Curug Tilu – Desa Cihanjuang Rahayu Parongpong
2.Monumen Taman R.A. Kartini – Baros Cimahi

3.Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan – Padalarang
4.Perbukitan Karst/Kapur Citatah – Padalarang

5.Lembah Cimeta Citarum Purba – Padalarang
6.Alam Persawahan Padalarang-Cianjur

7.Situs Megalit Gunung Padang (terbesar se-Asia Tenggara)
8.Waduk Ciburuy – Padalarang

9.Waduk/Bendungan Saguling – Jawa Barat
10.Pemandian Air Cipanas – Jawa Barat

11.Gua Pawon – Jawa Barat
12.Gua Sang Hyang Tikoro – Jawa Barat

13.Arung Jeram Citarum

Tempat-tempat wisata di Bandung Timur:

1.Saung Angklung Mang Udjo – Padasuka
2.Padepokan Dayang Sumbi (Budidaya Ulat Sutera) – Arcamanik

3.Warung Bandrek “Warban” Sekejolang – Ciburial
4.Caringin Tilu – Pegunungan Manglayang

5.Oray Tapa – Pegunungan Manglayang
6.Curug Cinulang/Sindulang – Cicalengka

7.Situs Kerajaan Kendan – Nagrek
8.Situs Legenda Ciung Wanara – Karangkamulyan
 

Tempat-tempat wisata sekitar Bandung:

 1.Candi Cangkuang dan Situ Cangkuang – Garut
 2.Rumah Adat Kampung Pulo – Garut

 3.Situ Bagendit – Garut
 4.Kawah Kamojang – Majalaya

 5.Wisata Alam Nagrek-Tasik-Banjar-Pangandaran
 6.Masjid Agung dan Alun-Alun Ciamis

 7.Agrowisata Lembah Putri – Pangandaran
 8.Goa Donan – Pangandaran

 9.Pantai Karang Nini – Pangandaran
 10.Pantai Timur Pangandaran

 11.Pantai Barat Pangandaran
 12.Cagar Alam Pananjung Pangandaran

 13.Pantai Ujung Genteng – Sukabumi
 14.Pantai Pelabuhan Ratu – Sukabumi

 15.Pantai Cimaja Cikakak – Sukabumi (surfing)
 16.Pantai Karang Pakpak – Sukabumi (surfing)

 17.Pantai Ombak Tujuh – Sukabumi (surfing)
 18.Pondok Halimun – Sukabumi

 19.Curug Cibereum – Sukabumi
 20.Curug Pareang – Sukabumi

 21.Situ Gunung – Sukabumi
 22.Curug Cikaso – Sukabumi

 23.Air Panas Cisolok – Cipanas
 24.Obyek Wisata Cibangban – Jawa Barat

 
Sumber: dari berbagai sumber
READ MORE - Tempat Wisata di Kota Bandung, Jawa Barat