Wanayasa Indah

Wanayasa Indah
Desa Wisata Wanayasa - Purwakarta
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan

21 Nov 2012

Wisata ke Candi Borobudur

 
Jogjakarta....
Kota budaya, kota wisata, kota kuliner, kota pendidikan,....Entah apa lagi yang cocok untuk Jogjakarta atau Yogyakarta ini...
Setelah berkali - kali berkunjung ke Jogja, baik karena alasan mengunjungi saudari sepupuku ataupun kunjungan kerja....tapi kali ini aku akhirnya bisa berkunjung ke Candi Borobudur....Cihuyyyy!!
Dengan menyewa kendaraan seharga Rp 400.000,- (incl. driver, BBM) seharian, aku berangkat bersama sepupuku. Berkeliling di Candi Borobudur yang Woowww....super besar sekali candinya... Tak salah jika Candi Borobudur dinobatkan sebagai salah satu keajaiban dunia! Kerennnn.....
Sebelum aku ceritakan perjalananku kesana, ini aku bagi dulu kisahnya....:

Borobudur adalah candi Budha terbesar yang dibangun pada sekitar 800 Sebelum Masehi atau di abad ke-9 yang berukuran 123 x 123 meter. Candi Borobudur selesai dibangun berabad-abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa.
Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.

Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.
 
Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun.
Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.

Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.
Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.

Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.
 
Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia.
Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh Candi Borobudur.

Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi. Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 meter kubik. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen.
Sedangkan relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief terdapat pada dinding candi. Candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda. Relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya.
 
Saat ini, Borobudur telah menjadi obyek wisata yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, Candi Borobudur telah menjadi tempat suci bagi penganut Buddha di Indonesia dan menjadi pusat perayaan tahunan paling penting penganut Buddha yaitu Waisak.
Borobudur menjadi salah satu bukti kehebatan dan kecerdasan manusia yang pernah dibuat di Indonesia. Borobudur menjadi obyek wisata dan budaya utama di Indonesia selain Bali dan Jakarta. Setelah mengunjungi Borobudur, Anda bisa juga mengunjungi desa di sekitarnya seperti Karanganyar yang memiliki beberapa obyek wisata menarik.

Nah, sekarang lanjut ke cerita perjalananku yaa....
Candi Borobudur terletak 40 Km dari Jogja, berada di kabupaten Magelang, Jawa Tengah .
Tiket pintu masuk Candi dikenakan biaya Rp 30.000/Orang dewasa, dan Rp 12.500,- /anak.
Pada saat mendekati candi kami diwajibkan memakai selembar/kain batik yang dikenakan di pinggang. Sarungisasi itu sebutannya, membiasakan memakai sarung/kain di area Candi Borobudur untuk mendukung pelestarian & penghargaan warisan dunia.

Untuk bisa mencapai puncak candi borobudur, kami menaiki tangga batu yang tersusun rapi. Kami harus sangat berhati-hati karena tangganya curam, terlebih karena banyaknya pengunjung candi, jadi kita harus antri dan bergantian naik/turunnya.

Di dinding candi banyak sekali relief-relief yang sangat indah...dan tentunya mempunyai arti.
Setelah mencapai puncak candi, kami sedikit tersendat karena terhalang upacara keagamaan yang dilakukan oleh umat Budha yang datang dari Kamboja. Setelah mereka selesai, kami pun bergegas turun untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang mau naik dan melihat-lihat puncak candi borobudur.

Setelah puas berkeliling candi, kami pun melanjutkan berkeliling dengan naik delman. Melewati pintu keluar, sarung kita kembalikan ke pos/petugas tempat sarung-sarung itu dikumpulkan.

Setelah puas berbelanja beberapa souvenir, kami pun beranjak pulang dan mampir di rumah makan Je'jamuran, resto yang menyajikan berbagai olahan dari jamur.
Sambil makan siang, kami ditemani live music yang sangat menghibur. Kalo gak inget suara lagi serak habis, mungkin aku dah ikut bernyanyi di panggung..heheee....

Jogja memang penuh daya tariknya.... Itu sebabnya, aku gak pernah bosan untuk terus kembali ke Jogjakarta...

See you again Yogya!




READ MORE - Wisata ke Candi Borobudur

Tempat Wisata di Kota Bandung, Jawa Barat


 

Inilah Daftar Tempat Wisata Favorit di Kota Bandung:

1. Trans Studio Bandung

Wahana rekreasi Trans Studio Bandung di Bandung Super Mal (BSM) adalah wahana mainan indoor terbesar di dunia. Trans Studio Resort Bandung adalah kawasan wisata terpadu di Bandung, Indonesia, tepatnya di area Bandung Supermal. Trans Studio dibangun seluas 4,2 hektare dengan investasi mencapai Rp 2 triliun.Trans Studio Bandung dibangun di area seluas 4,2 hektar sehingga membuat Trans Studio Bandung sebagai Kawasan terpadu Resort terluas dan terlengkap di Bandung. Wahana yang terdapat menawarkan petualangan dan sensasi baru yang tidak kalah menantang seperti pendahulunya yaitu Trans Studio Makasar yang dibuka tahun 2008 Silam.
 

2. Taman Ade Irma Suryani Nasution (Taman Lalu Lintas)

Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution adalah tempat yang tepat bagi anak untuk belajar kelalulintasan. Di taman yang sejuk dan nyaman ini, anak-anak akan menikmati berkendara dengan sepeda atau kendaraan mini di jalur buatan yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas. Dan langsung mempraktekkan pelajaran kelalulintasan dalam suasana permainan yang menyenangkan. Lingkungan taman yang luas, hijau dan dilengkapi dengan kursi-kursi taman sangat cocok sebagai pilihan rekreasi Anda sekeluarga.
3. Museum Mandala Wangsit Siliwangi

Museum Mandala Wangsit Siliwangi adalah museum senjata yang berada di Bandung, Jawa Barat. Nama Siliwangi sendiri adalah seorang pendiri Kerajaan Pajajaran yang kekuasaanya tak terbatas, konon raja yang arif dan bijaksana serta wibawa dalam menjalankan roda pemerintahaan, sedangkan arti Mandala Wangsit adalah sebuah tempat untuk menyimpan amanat, petuah atau nasihat dari pejuang masa lalu kepada generasi penerus melalu benda-benda yang ditinggalkannya. Nama jalan tempat museum ini, Jl. Lembong, diambil dari nama Letkol Lembong, salah satu prajurit Siliwangi yang menjadi korban dalam Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil. Sebelumnya jalan itu bernama Oude Hospitaalweg.
4. Museum Konferensi Asia Afrika

Gedung yang terletak di jalan Asia Afrika ini didirikan oleh seorang arsitek Belanda yang bernama Van Galenlast dan C.O. Wolf Shoomaker. Gedung ini menjadi sangat terkenal sejak diadakannya Konferensi Asia Afrika tahun 1955, kemudian Konferensi Mahasiswa Asia Afrika tahun 1956 dan Konferensi Islam Asia Afrika yang menyimpan naskah-naskah dan peniggalan-peniggalan Asia Afrika yang terkenal. Gedung ini dibuka untuk umum setiap harikerja dan mudah dicapai dengan menggunakan bus kota jurusan Cicaheum-Cibeureum, Museum ini menampilkan koleksi foto-foto dan barang-barang tiga dimensi yang berhubungan dengan Konferensi Asia Afrika 1955, Benda-Benda KAA, Foto KAA sebelum dan sesudah peringatan KAA, Dasa Sila Bandung, Ulas Pers, Patung tokoh-tokoh KAA, Ruang pameran tetap, Ruang aula, Audio visual dan Perpustakaan
5. Alun-alun dan Masjid Agung Bandung

Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat yang dulu dikenal dengan Masjid Agung Bandung, selesai dibangun kembali pada 13 Januari 2006. Pembangunan itu termasuk dengan penataan ulang Alun-alun Bandung, pembangunan dua lantai basement dan taman kota sekaligus halaman masjid yang dapat dipergunakan untuk kegiatan seni budaya serta salat Idul Fitri dan Idul Adha. Secara resmi pembangunan fisik masjid, membutuhkan waktu : 829 hari atau 2 tahun 99 hari, sejak peletakan batu pertama 25 Februari 2001 sampai peresmian Masjid Raya Bandung 4 Juni 2003 yang diresmikan oleh Gubernur Jabar saat itu: H.R. Nuriana.

6. Monumen Bandung Lautan Api

Merupakan monumen yang menjadi markah tanah Bandung. Monumen ini setinggi 45 meter, memiliki sisi sebanyak 9 bidang. Monumen ini dibangun untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api, dimana terjadi pembumihangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha. Monumen ini berada di tengah-tengah kota yaitu terletak di kawasan Lapangan Tegallega. Monumen ini menjadi salah satu monumen terkenal di Bandung. Monumen ini menjadi pusat perhatian setiap tanggal 23 Maret mengenang peristiwa Bandung Lautan Api.
7. Museum Geologi Bandung

Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini telah direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi dibuka kembali dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000. Sebagai salah satu monumen bersejarah, museum berada di bawah perlindungan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850.

8. Gedung Sate Bandung (Kantor Gubernur Jawa Barat)


Bangunan gedung ini dirancang arsitek Ir J. Berger dari Landsgeboundienst, dinas pembangunan gedung-gedung pemerintah Negeri Belanda. Dibutuhkan tenaga hingga 2.000 orang pekerja. Di antara ribuan pekerja itu, terdapat lebih kurang 150 Cina Konghu atau Kanton, tukang kayu dan pemahat batu yang trampil di negerinya. Arsitek Belanda, Dr. Hendrik Petrus Berlage, menyebut bahwa Gedung Sate beserta rancangan kompleks Pusat Perkantoran Instansi Pemerintahan Sipil Hindia Belanda di Bandung merupakan sebuah karya besar. Sementara Coor Passchier dan Jan Wittenberg, dua arsitek Belanda yang menginventarisir bangunan kolonial di Bandung, menyebut Gedung Sate sebagai sebagai bangunan monumental yang anggun mempesona, serta memiliki gaya arsitektur yang unik, dan gigantik. Gedung Sate sendiri sebenarnya hanya bagian kecil atau sekira 5% dari “Kompleks Pusat Perkantoran Insatansi Pemerintah Sipil” Hindia Belanda yang menempati lahan Bandung Utara seluas 27.000 meter persegi. Oleh penduduk tempo dulu “Gedong Sate” dinamai “Gedong Bebe” yang kemudian lebih populer dengan “Gedung Sate” karena di puncak menara gedung tersebut terdapat “tusuk sate” dengan 6 buah ornamen berbentuk jambu air.

9. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat

Monumen ini terletak di sebelah utara Gedung Sate Bandung. Jika kita berada di plaza monumen tersebut, secara garis lurus, kita dapat melihat dengan jelas bangunan Gedung Sate. Antara monumen dan Gedung sate, terdapat Taman Kota, Jl. Surapati, Lapangan Gasibu, dan Jl. Diponegoro. Monumen ini dekat juga dengan Kampus Universitas Padjajaran di Jalan Dipati Ukur Bandung. Di sebelah barat dari monumen ini berdiri tegak Gedung Telkom Indonesia, dan di sebelah timur berdiri Gedung Pertamina Indonesia. Banyak aktivitas yang sering dilakukan di monumen ini. Selain sebagai titik massa untuk berkumpul sebelum dan sesudah aksi dalam berbagai isu tuntutan, di monumen ini sering pula diadakan acara-acara hiburan. Seperti pasar malam, acara dangdut, dan acara-acara lain yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi di negeri ini.
10. Kebun Binatang Bandung

Terletak di Jl. Tamansari. Kebun Binatang Bandung ini pada awalnya dikenal dengan nama Derenten (dalam bahasa sunda, dierentuin) yang artinya kebun binatang. Kebun Binatang Bandung didirikan pada tahun 1930 oleh Bandung Zoological Park (BZP), yang dipelopori oleh Direktur Bank Dennis, Hoogland. Pengesahan pendirian Kebun Binatang ini diwenangi oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan pengesahannya dituangkan pada keputusan 12 April 1933 No.32. Pada saat Jepang menguasai daerah ini, tempat wisata ini kurang terkelola, hingga pada tahun 1948, dilakukan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi tempat wisata ini.

11. Taman Ganesha Bandung

Adalah sebuah taman kota yang terletak di Jalan Ganesha – Bandung, persis di depan Kampus Institut Teknologi Bandung. Dari segi ukuran, taman ini tidak begitu luas namun sangat asri karena berbagai tumbuhan yang ada di taman dan sekitarnya. Taman dilengkapi dengan banyak tempat duduk yang dapat digunakan untuk refreshing khususnya di siang hari. Karena lokasinya tidak jauh dari Kebun Binatang Bandung, taman ini sering digunakan oleh para pengunjung kebun binatang untuk beristirahat bersama keluarga sambil menikmati makan siang. Di sekitar taman tumbuh pepohonan yang tinggi yang dihuni oleh beraneka ragam burung. Memang, kawasan Jalan Ganesha diperuntukkan bagi konservasi beraneka ragam burung sehingga tidak satu pun burung yang ada diperbolehkan untuk diburu.

12. Museum Pos Indonesia Bandung

Keberadaan Museum Pos Indonesia yang berlokasi tidak jauh dari Gedung Sate, tidak terlepas dari perjalanan sejarah Perusahaan Pos di Indonesia. Museum ini hadir sejak zaman Hindia Belanda, tepatnya pada tahun 1933 dengan nama Museum PTT (Pos Telegrap dan Telepon) dan menempati bagian sayap kanan bawah gedung kantor PTT . Bangunan museum ini dibangun pada tanggal 27 Juli 1920 dengan luas bangunan 706 m2 dan dirancang oleh arsitek Ir. J. Berger dan Leutdsgebouwdienst dengan gaya arsitektur Italia masa Renaissance sebagai sebuah tempat yang mengoleksi perangko-perangko dari berbagai negara.
Tempat-tempat wisata di Bandung Kota:

1.Taman Makam Pahlawan – Cikutra Bandung
2.Museum Geologi – Jl Diponegoro
3.Gedung Sate Bandung (Kantor Gubernur Jawa Barat)
4.Lapangan Gasebu (Gabungan Sepakbola Bandung Utara)

5.Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat – Jl. Dipatiukur
6.Kebun Binatang Bandung – Jl. Tamansari

7.Taman Ganesha – Jl. Ganesha
8.Taman Lansia – Jl. Cisangkuy

9.Taman Kantor Pemerintah Kota Bandung
10.Bandung Tempo Doeloe – Jl. Braga

11.Pusat Perbelanjaan Jins – Jl. Cihampelas
12.Pusat Perbelanjaan Pasar Baru – Jl. Otto

13.Pusat Perbelanjaan Kings Plaza – Jl. Kepatihan
14.Pusat Sepatu dan Tas Cibaduyut – Jl. Cibaduyut

15.Pusat Factory Outlet Jalan Riau dan Jalan Dago
16.Monumen Hussein Sastranegara – Jl. Pajajaran

17.Museum Pos Indonesia – Jl. Cisanggarung
18.Taman Kota Bandung – Jl. Merdeka

19.Taman Ade Irma Suryani Nasution (Taman Lalu Lintas) – Jl. Sumatera
20.Museum Mandala Wangsit Siliwangi – Jl. Lembong

21.Museum Konferensi Asia Afrika – Jl. Asia Afrika
22.Alun-alun dan Masjid Agung – Jl. Asia Afrika

23.Museum Sri Baguda – Jl. Lingkar Selatan
24.Monumen Bandung Lautan Api – Jl. M. Toha

25.Taman Tegalega – Astana Anyar
 
Tempat-tempat wisata di Bandung Utara:

 1.Taman Budaya Dago – Dago
2.Curug Dago – Dago
3.Taman Hutan Dago Pakar dan Gua Belanda/Jepang

4.Curug Omas – Taman Wisata Maribaya

5.Monumen Pasir Pahlawan Otto Iskandar Dinata – Lembang

6.Arena Pemancingan Bonita – Lembang
7.Teropong Bintang Bosscha – Lembang

8.Wisata Lembang – Bandung

9.Alam Jalur Alternatif Lembang-Dago
10.Vila Istana Bunga – Cihideung Lembang

11.Taman Hutan Jaya Giri – Lembang
12.Situ Lembang – Lembang

13.Bumi Perkemahan Cikole
14.Kawah Ratu – Gunung Tangkuban Parahu

15.Kawah Upas – Gunung Tangkuban Parahu
16.Kawah Domas – Gunung Tangkuban Parahu

17.Perkebunan Teh Subang – Jawa Barat
18.Pemandian Air Panas Ciater

19.Taman Bunga Cihideung – Jl. Sersan Bajuri
20.Spirit Camp & Sahabat Alam – Jl. Sersan Bajuri

21.Taman Bunga Parongpong
22.Kebun Strawbery Parongpong

23.Curug Cimahi – Cisarua

 
Tempat-tempat wisata di Bandung Selatan:

 1.Wisata Petik Strawbery – Ciwidey
 2.Soreang Jalur Utama Bandung-Ciwidey

 3.Ciwidey dan Alam Bandung Selatan
 4.Jalan Mendaki ke Kawah Putih

 5.Kawah Putih Gunung Patuha – Ciwidey
 6.Bumi Perkemahan Ranca Upas – Ciwidey

 7.Penangkaran Rusa Ranca Upas – Ciwidey
 8.Pemandian Air Panas Walini – Ciwidey

 9.Kolam Renang Air Panas Cimanggu
 10.Perkebunan Teh Rancabali – Ciwidey

 11.Telaga/Situ Patenggang – Ciwidey
 12.Perkebunan Teh Gambung – Ciwidey

 13.Perkebunan Sayur – Pangalengan
 14.Situ Cipanunjang – Pangalengan

 15.Situ Cileunca – Pangalengan
 16.Kawah Kamojang – Paseh Jawa Barat

 
Tempat-tempat wisata di Bandung Barat:

1.Leuwi Opat Curug Tilu – Desa Cihanjuang Rahayu Parongpong
2.Monumen Taman R.A. Kartini – Baros Cimahi

3.Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan – Padalarang
4.Perbukitan Karst/Kapur Citatah – Padalarang

5.Lembah Cimeta Citarum Purba – Padalarang
6.Alam Persawahan Padalarang-Cianjur

7.Situs Megalit Gunung Padang (terbesar se-Asia Tenggara)
8.Waduk Ciburuy – Padalarang

9.Waduk/Bendungan Saguling – Jawa Barat
10.Pemandian Air Cipanas – Jawa Barat

11.Gua Pawon – Jawa Barat
12.Gua Sang Hyang Tikoro – Jawa Barat

13.Arung Jeram Citarum

Tempat-tempat wisata di Bandung Timur:

1.Saung Angklung Mang Udjo – Padasuka
2.Padepokan Dayang Sumbi (Budidaya Ulat Sutera) – Arcamanik

3.Warung Bandrek “Warban” Sekejolang – Ciburial
4.Caringin Tilu – Pegunungan Manglayang

5.Oray Tapa – Pegunungan Manglayang
6.Curug Cinulang/Sindulang – Cicalengka

7.Situs Kerajaan Kendan – Nagrek
8.Situs Legenda Ciung Wanara – Karangkamulyan
 

Tempat-tempat wisata sekitar Bandung:

 1.Candi Cangkuang dan Situ Cangkuang – Garut
 2.Rumah Adat Kampung Pulo – Garut

 3.Situ Bagendit – Garut
 4.Kawah Kamojang – Majalaya

 5.Wisata Alam Nagrek-Tasik-Banjar-Pangandaran
 6.Masjid Agung dan Alun-Alun Ciamis

 7.Agrowisata Lembah Putri – Pangandaran
 8.Goa Donan – Pangandaran

 9.Pantai Karang Nini – Pangandaran
 10.Pantai Timur Pangandaran

 11.Pantai Barat Pangandaran
 12.Cagar Alam Pananjung Pangandaran

 13.Pantai Ujung Genteng – Sukabumi
 14.Pantai Pelabuhan Ratu – Sukabumi

 15.Pantai Cimaja Cikakak – Sukabumi (surfing)
 16.Pantai Karang Pakpak – Sukabumi (surfing)

 17.Pantai Ombak Tujuh – Sukabumi (surfing)
 18.Pondok Halimun – Sukabumi

 19.Curug Cibereum – Sukabumi
 20.Curug Pareang – Sukabumi

 21.Situ Gunung – Sukabumi
 22.Curug Cikaso – Sukabumi

 23.Air Panas Cisolok – Cipanas
 24.Obyek Wisata Cibangban – Jawa Barat

 
Sumber: dari berbagai sumber
READ MORE - Tempat Wisata di Kota Bandung, Jawa Barat

14 Feb 2012

TipS Wisata belanja JAKARTA - Mangga Dua & Tanah Abang


Berencana untuk datang ke Jakarta? Bisa jadi Pasar Tanah Abang dan Mangga Dua masuk dalam daftar tempat-tempat di Jakarta yang akan Anda kunjungi. Jika Anda penggemar wisata belanja, kedua tempat ini memang sayang untuk dilewatkan. Namun bila Anda baru pertama kali berkunjung ke kedua kawasan ini, ada baiknya menyimak tips berikut.
Waktu Tepat untuk Belanja. Kawasan bisnis Mangga Dua buka sejak pukul 8 pagi. Namun beberapa toko sudah mulai buka di pukul 7 pagi. Perlu diingat sebagian besar toko tutup menjelang magrib. Biasanya jam 6 sore, toko-toko sudah mulai tutup. Beberapa toko bertahan sampai pukul 8 malam.
Sementara Pasar Tanah Abang ada toko yang sudah buka sejak subuh. Siang hari sebagian besar toko sudah mulai membereskan barang dagangan. Saat magrib, toko-toko sudah tutup.
Jika Anda ingin menghindari berdesak-desakan saat berbelanja, datanglah di hari kerja, bukan di akhir pekan. Suasana juga masih sepi di pagi hari, saat toko-toko mulai baru buka. Apalagi jika Anda berbelanja saat toko-toko baru buka, pedagang biasanya lebih bermurah hati memberikan harga.
Bawa Barang Seperlunya. Jangan membawa banyak barang bawaan dari rumah saat berbelanja di Pasar Tanah Abang maupun di Mangga Dua. Sebab nantinya Anda akan kerepotan untuk membawa barang hasil belanjaan. Cukuplah membawa barang-barang penting saja, seperti uang, kartu ATM, atau bolehlah handuk kecil. Bawa semua keperluan Anda dalam tas kecil saja.
Buat Daftar Belanjaan. Sebelum pergi, sebaiknya buat terlebih dahulu barang-barang yang Anda beli. Sehingga dari daftar tersebut, Anda tahu mana prioritas barang yang Anda beli. Apalagi kawasan Tanah Abang dan Mangga Dua sangat luas. Jika Anda sudah tahu apa yang ingin Anda beli terlebih dahulu, tentu akan menghemat waktu saat mencari kios yang menjual barang yang akan Anda beli. Siapkan pula uang sesuai dengan daftar barang yang akan Anda beli.
Bawa Uang Tunai. Hanya sedikit kios-kios di kawasan bisnis Mangga Dua dan Pasar Tanah Abang yang memiliki alat pembayaran untuk kartu debet dan kartu kredit. Oleh karena itu siapkan uang tunai secukupnya. Jangan membawa uang tunai dalam jumlah yang banyak. Jika uang tunai Anda habis, tenang saja, gerai-gerai ATM menyebar di tempat-tempat belanja.
Waspada Pencopet. Hati-hatilah saat berbelanja di dua kawasan belanja tersebut. Baik kawasan bisnis Mangga Dua dan Pasar Tanah Abang selalu ramai dipadati pengunjung. Sebaiknya sebarkan uang Anda di beberapa tempat, misalnya di dompet, tas, dan kantung. Jangan taruh semua uang di dompet.
Tas Belanja. Jika Anda hanya berbelanja dalam jumlah kecil, bukan grosiran, ada baiknya Anda membawa tas belanja yang terbuat dari kain.
Biasanya saat belanja, barang pembelian Anda akan ditaruh di kantong plastik ukuran kecil. Tentu saja susah untuk membawanya setelah menempuk banyak. Oleh karena itu, taruh belanjaan Anda di tas belanja untuk memudahkan Anda membawa barang-barang belanjaan.
Mendapatkan Harga Terbaik. Selalu menawar sebelum membeli. Hanya saja tawar seperlunya. Harga di Mangga Dua maupun Tanah Abang rata-rata sudah murah.
Belanjalah dalam jumlah banyak. Sebab di beberapa kios memang menawarkan harga lebih murah jika membeli secara grosiran, misalnya beli minimum 1 lusin. Datang saja dalam rombongan. Sehingga jika berminat dengan barang yang serupa, Anda bisa membeli dalam jumlah banyak.
Tawar Seperlunya. Tawarlah jika Anda memang yakin untuk membeli. Bila Anda hanya ingin sekadar tahu harganya, Anda dapat menanyakannya.
Bila pedagang memaksa untuk Anda menawar, bilang saja bahwa Anda ingin lihat-lihat terlebih dahulu. Pedagang biasanya kesal jika Anda sudah menawar dan mendapatkan harga terbaik namun Anda tidak membeli.
Cari Langganan. Jalinlah hubungan yang baik dengan pedagang. Jika Anda menemukan pedagang yang cocok, setelah berbelanja lakukan sedikit perbincangan dengan pedagang.
Jadilah langganan jika Anda sudah cocok dengn barang maupun pedagang di kios tersebut. Dengan menjadi pelanggan tetap, mereka tidak akan segan memberikan prioritas informasi barang baru dan kemungkinan Anda bisa mendapatkan harga spesial.
Penginapan. Jika Anda datang dari luar daerah Jakarta, menginap di seputar Mangga Dua ataupun Pasar Tanah Abang menjadi pilihan yang paling tepat. Apalagi bila memang tujuan utama Anda adalah untuk berbelanja.
Di Pasar Tanah Abang, terdapat banyak penginapan mulai dari melati sampai hotel berbintang. Ada pula penginapan sederhana berupa kost-kostan yang berada di satu ruko dengan jasa pengiriman barang.
Sementara di Mangga Dua, hotel melati sampai berbintang pun banyak. Tinggal pilih yang sesuai bujet Anda. Pastikan bahwa Anda menginap di hotel yang dekat dengan pusat perbelanjaan. Oleh karena itu, sebelum memesan tanyakan jarak antara hotel ke pusat perbelanjaan.
Juga, cari tempat menginap yang nyaman, aman, dan bersih. Sebelum berbelanja, bisa saja Anda mencari terlebih dahulu tempat menginap dan lihat secara langsung kondisi kamar tidur serta kamar mandi.
Hindari hotel-hotel yang disalahgunakan sebagai tempat mesum. Di daerah-daerah ini, ada beberapa hotel mesum. Ada baiknya Anda menginap di hotel-hotel yang memang telah direkomendasikan.
Makan. Sangat mudah mencari makanan di kawasan Mangga Dua. Bahkan di pusat-pusat perbelanjaan seperti ITC Mangga Dua sampai Orion Mall, Anda dengan mudah menemukan kios-kios pedagang makanan di setiap lantai.
Ada warung-warung sederhana menjual nasi campur sampai restoran cepat saji. Namun pastikan pula bahwa tempat makan tersebut menyajikan menu halal atau tidak. Bisa dibilang kawasan Mangga Dua juga cocok untuk wisata kuliner.
Beberapa pusat perbelanjaan juga menjadi lokasi beberapa restoran yang sering direkomendasikan. Dari warung pinggir jalan berupa gerobak mi ayam, kios nasi campur di dalam pusat perbelanjaan, sampai restoran mewah di dalam mal. Anda tinggal pilih saja.
Obyek Wisata. Jika Anda berasal dari luar Jabodetabek, tak ada salahnya pelesir di sekitar kawasan Mangga Dua dan Tanah Abang. Jadi, Anda datang tak hanya untuk berwisata belanja.
Seperti kawasan Mangga Dua yang berada di jalur 12 destinasi wisata pesisir. Cukup ke arah utara untuk bermain-main bersama keluarga di Ancol Taman Impian dengan waktu tempuh hanya sekitar 10 menit.
Atau, berwisata sejarah di Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari. Anda bisa juga pelesir ke kawasan Kota Tua Jakarta untuk berkunjung ke beberapa museum. Misalnya ke Museum Fatahillah, Museum Wayang, atau Museum Bank Mandiri.
Sementara di Tanah Abang, obyek wisata seperti Kota Tua Jakarta juga sangat dekat. Selain juga Monas dan Museum Nasional juga dekat dengan Pasar Tanah Abang. Anda juga bisa berjalan-jalan di daerah Sarinah.
Transportasi. Menuju Pasar Tanah Abang maupun Mangga Dua sangat mudah. Jika tidak mau repot bisa saja dengan naik taksi. Namun dengan transportasi umum pun bisa. Salah satunya dengan naik Trans Jakarta.
Untuk ke Mangga Dua, Anda bisa naik bus Trans Jakarta dan turun di halte Mangga Dua dengan rute koridor 5 (Kampung Melayu-Ancol). Sementara ke Pasar Tanah Abang, Anda bisa turun di halte Bundaran HI melalui koridor 1 (Blok M – Kota), lalu lanjutkan perjalanan dengan Kopaja atau Metro Mini ke arah Pasar Tanah Abang. KOMPAS.com

READ MORE - TipS Wisata belanja JAKARTA - Mangga Dua & Tanah Abang

6 Jan 2012

Sekelumit cerita dari Kabupaten BUOL, Sulawesi Tengah


Kali ini aku ceritakan tentang perjalanan tugas kantorku yang baru, yaitu kunjungan ke lokasi di Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah.
Gak pernah terbayangkan harus begitu jauuhhhhhhh aku melakukan perjalanan dinas kali ini. But, life must go on! Walaupun keadaan masih berduka karena ditinggal Mama, tp aku harus tetap melanjutkan hidup, demi Mama..demi orang tua tercinta. Aku ingin membuat mereka bangga karena punya anak seperti aku..:)

Tibalah saatnya berangkat!
Hari Kamis tanggal 17 November 2011 Jam 08.55 Wib, pesawat Batavia lepas landas dari bandara Soetta Jakarta. Lumayan pegel, 3 Jam di dalam pesawat!
Tiba di Bandara Manado Jam 1 siang, waktu di Manado 1 jam lebih cepat dari waktu di Jakarta. Hmm…cuaca sangat buruk, hujan deras, petir bersahutan.. Akhirnya kami menginap di Hotel Vina, hotel transit di dekat bandara. Semua disiapkan oleh pengurus di bandara Manado, dari mulai penjemputan sampai diantar ke Hotel.

Sore hari, aku sempatkan jalan – jalan ke kota Manado untuk cari cemilan, Nasi Padang, dan tambahan perbekalan :D Alhamdulilah di Manado ada Taksi Blue Bird yang membuatku aman jalan – jalan di kota sendirian..:)

Jam 7 malam aku kembali ke hotel dengan bawaan yang banyaakkkk untuk team yang juga berangkat ke lokasi besok.

Hotelnya lumayan nyaman. Luas, aman, dan murah meriah. Hanya saja disekitar hotel, ak cukup sulit menemukan rumah makan berlabel “halal”. Makanya, aku jauh-jauh ke kota untuk  cari makanan halal hehee….

Makan bersama di Hotel cukup seru! Dan setelah kenyang, kantukpun dengan mudah menyerang siapa saja yang kelelahan dan kekenyangan heheee….Akhirnya rombongan pun tepar di tempat tidur empuk masing – masing.

Esok hari, Jam 5 sudah bangun, sholat, sarapan pagi di Hotel. Dengan menu nasi goreng yang rasanya sangaatttt beda dengan nasgor di Jakarta hehee…Disini nasgor nya berwana merah yg bukan dari merah cabe (aku rasa sih begitu..), entah dari merah apaan..

Selesai makan, langsung berangkat ke Bandara. Disana, harus bayar Airport Tax sebesar Rp 40.000,- (empat puluh ribu rupiah), dan setelah boarding, berangkatlah kami dengan pesawat jenis Casa 212, pesawat carter perusahaan, full dg penumpang 12 orang termasuk kru pesawat.

Karena ini pertama kalinya aku naik pesawat kecil, hmm…..lumayan deg-degan…di dalam pesawat berisik oleh suara mesin pesawat, tapi semua ketakutan itu terbayar sudah dengan pemandangan dari atas pesawat yang sungguh mengagumkan! Indaaaahhhhh bangeettttt alias So beautiful! Membuatku terus menyebut kebesaranNYA! Allahu Akbar!

Gugusan pulau nan cantik seperti kilauan mutiara dan emas, rasanya seperti inginnn menginjakkan kaki diatasnya…

Perjalanan ke Kabupaten Buol dari Manado memakan waktu 1,5 Jam dengan pesawat kecil. Tiba di Bandara Pogogul Kabupaten Buol Jam 10.30 Wib, udara segarrr…dan cuaca yang cerah menyambut kami dan kami sudah dijemput oleh staff kantor. Jarak dari bandara Pogogul ke kota kabupaten Buol 8 Km atau 30 menit saja. Dari sana, kami langsung menuju ke Hotel Sri Utami yang letaknya persis di belakang rumah Bapak Wakil Bupati Buol. Hotelnya cukup sederhana, tapi nyaman. Kamarku luas, dengan kamar mandi yang luas pula.

Bekerja disana, cukup mengasikkan, apalagi aku bisa bertemu dan berkenalan dengan warga sekitar yang baik dan ramah. Prinsipku, dimanapun aku berada, disanalah Allah ada, karena disini milik Allah disanapun milik Allah. Jadi, aku bisa menjalani semua ini dengan hati tenang.

Ditengah –tengah kesibukan, aku sempatkan untuk mengunjungi tempat wisata yang tak jauh dari kantorku yaitu Pantai Lentera. Pantainya bersiihhh…indah…pemandangannya betul – betul membuatku betah berlama – lama disana, bermain air, menyusuri pantai, mengagumi keindahannya….

5 hari berada disana, cukup melelahkan..tapi membawa kesan baik. Aku suka dengan pantainya yang indah.  Aku juga sukaaaa bangeettt dengan ikan bakarnya yang enaaakkkk dan murah meriah :D
Makan ber – 6 Gak habis duit 150 rebu! Mantappp…padahal itu ikan gede-gedeeeee bangettt, ciinn..heheeee……
Pokonya, selama disana, aku hanya makan ikan, breakfast, lunch, ato dinner! Aku puas – puasin makan ikan bakar nan lezatoooo….Hmmmm Yummyyyy…………

Oiya, di Buol ini, gak ada angkutan umum atau angkot dan semacamnya. Kecuali bis Damri dan sejenisnya yang mengangkut ke daerah Toli – toli dan sekitarnya. Untuk di dalem kota, Cuma ada angkutan umum: OJEK.. J

Ada yang unik yang baru aku temui, sepanjang jalan yang namanya sapi , hmm…..berjejer kayak pulau, lengkap dengan berbagai pose dan fashion nya! Makanya gak heran kalo kotoran sapi mengotori sebagian besar jalanan. J hehee… Kata orang – orang, inilah kandang terpanjang di dunia hehee….. herannya, konon ..pemilik sapi itu kenal lho dengan smua sapi – sapi miliknya, walopun mereka berkeliaran di jalanan…Saluutttt…..Ga ada yang nyuri, ga ada yang rese sama sapinya. Pokoke itu sapi SAVE alias AMAN. Hehe…
Waktu aku kesana, sedang ada pengaspalan jalan biar licinnn kayak jidat gue hehee… :P Tapi, jalan menuju ke bandara Pogogul rusak, banyak lubang disana sini..

Kantor Bupati Buol terletak diatas bukit, sangat indah. Tapi sayangnya aku belum sempat jalan – jalan kesana..hmm…mudah – mudahan next time bisaa aku bagi ceritanya dan juga fotonya yaa….ditunggu aja!

Disaat pulang, aku udah pesan tiket Manado – Jakarta di Jam 2 siang, tapi hmm…lagi –lagi aku dihadapkan pada sedikit masalah, sehingga aku harus canceled ke Jakarta, diundur dihari berikutnya. Esok harinya, aku bisa pulang ke Jakarta melalui Manado.

Selaian kru pesawat, aku dan rekanku “Mas Andi” penumpang di hari itu. Horeee…..selesai sudah perjalanan pertamaku ke Kabupaten Buol. Rencananya siih, aku mau ke Buol lagi untuk beberapa urusan kantor. Semoga perjalanannya lancar, dan baik – baik saja. Mengingat cuaca akhir – akhir ini betul – betul unpredictable alias gak bisa ditebak, sulit diprediksi.

Bercerita oleh – oleh ciri khas Buol, aku Cuma dapet Gula Aren dengan bentuknya yg khas. Hal ini wajar, karena di Buol sangattttt banyak pohon kelapa yang berderet dimana – mana..

Oya, satu informasi lagi, untuk ke Kabupaten Buol, bisa dilakukan dengan jalan darat melalui Gorontalo atau Palu. Kalo mau naik pesawat kecil, ada jadwalnya nih:

Pesawat Express Air
Harga tiket :± 500 ribu per orang
Jadwal terbang: 3 Kali seminggu yaitu Hari SENIN – RABU – JUM’AT
Route: Palu - Toli-toli
Contact Person: 085395148807

Atau bisa melalui route:
Jakarta - Gorontalo  , by Sriwijaya/Garuda/Lion Air
Gorontalo ke Buol , melalui jalan darat yg memakan waktu +/- 8-10 Jam, bisa pakai travel atau sewa mobil

Semoga informasi dan sekelumit ceritaku kali ini bisa membuat pencinta blog’ku terbantu dan betah menunggu cerita2ku selanjutnya…J

Happy Reading…! J










READ MORE - Sekelumit cerita dari Kabupaten BUOL, Sulawesi Tengah

4 Okt 2011

ShoRt Holiday in Bali....!

Bener-bener short! Waktunya bentar bangett...Gak lebih dari 24 Jam!
Berangkat dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Jam 5 sore, dan pulang dari Bali Jam 5 sore juga, itupun karena delay! :P

Lagi-lagi Promo AirAsia yang membawaku jalan-jalan. Kali ini, dengan tiket NoL Rupiah  (Rp 0) yang aku beli setahun lalu. Asiik kaan? Bisa jalan2 dg tiket pesawat gratiss..tiss..tisss...alias gretongan..hehee...


Hari Selasa, 20 September 2011 Jam 5 sore dah take off dari Terminal 3 Soetta Airport-Jakarta, dan Landing dengan manisnya di Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali Jam 08.05 WITA.

Turun dari pesawat, langsung naik shuttle bus menuju gedung bandara, 5 menit doang. Karena gak punya temen ato sodara di Bali, akhirnya lillahi ta'ala berjalan sendiri wat nentuin rencana perjalanan.Yes, I'm the leader! Coz gue bareng tanteku..he2. Secara ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Bali! Ada perasaan takut, was-was, cemas, ragu, tapi..hufft..akhirnya jurus nekat keluar juga! Eng..ing..eeenggg......gue yakin, gue pasti bisa! :D
Masuk di dalem gedung bandara, gw langsung ambil brosur dan juga peta Bali yang banyaakkkkk banget betebaran di bandara.

Setelah duduk bentaran wat liat-liat situasi bandara, gw jalan lagi sampe pintu keluar bandara. Wuiih...kagett bangettt, broo...tiba-tiba banyak banget sopir-sopir taksi yang nyamperin & nawarin taksi di sekitar bandara, serasa dikepung hehe... Wadoohhhh.....gw bingung jg klo begini, apalagi setelah iseng-iseng gw tanya ongkos taksi ke Kuta (hotel tempat gue nginep ada di Poppies II - Kuta). Fantatis! Harganya 70 Ribu! dan Gak dapet ditawar!! Ajiiibb...

Trus, gw langkahkan kaki keluar dari gedung bandara dan mulai mencari jalan menuju keluar (entah ke arah mana gw melangkahkan kaki saat itu..hehee...), akhirnya lepas dari tempat parkir, gw ditawarin taksi oleh sopir yang ternyata baiiiiikkkkk bangettt. Alhamdulillah...dia gak pake tawar menawar alias pake argo saja, begitu katanya! Sambil jalan, gw crita kalo gw baru pertama ke Bali & lagi cari mobil buat jalan2 esok hari.
Dan, gayung bersambut! :D Bapak Sopir taksi yang bernama Bapak Oyan Giri itupun menawarkan jasanya untuk mengantarkan gw jalan2 di Bali, dengan harga yang disepakati Rp 250 Ribu seharian, sudah termasuk bensin, mobil, dan sopir! :)

Saat itu, Pak Oyan menyarankan gw buat beli oleh-oleh malam ini juga, dan dia bilang "tenang aja, mba..argo-nya saya matikan, dan mba bisa belanja sepuasnya, saya tunggu di tempat parkir".
Owh, GOD....ternyata masih ada orang baik seperti Pak Oyan di tengah kota yang tidak sama sekali gue kenal... makasih Pak Oyan....:)

Setelah kelar beli oleh-oleh, gue nglanjutin perjalanan menuju ke penginapan, tadinya gue pilih Ronta Bungalow di Jalan Poppies-II Kuta karena tempatnya bersih dan murah hehee..cuma Rp 175 ribu/kamar/2 orang, tapi sayangnya petugasnya ngasi kamar yang udah gue booking ke orang lain.Jadinya, gue ngambil penginapan yang letaknya masih di Gg.Ronta itu, namanya Gemini.


Dengan harga Rp 270 Ribu/kamar/2 orang fasilitas kamarnya lumayan  luas, airnya panas/dingin, AC, kolam renang. Included sarapan, dan air mineral. Tapi apalah arti semua itu, kalo gue cuma semalem doang nginep disitu! :P
Sebelnya lagi, tante gue sama sekali kagak mau diajak jalan2 malem itu! Alhasil gue cemberut semaleman!
Karena dikelilingi oleh pub,diskotik,restoran....jadi semaleman brisikkk deeh...dan smua hingar bingar itu mereda pada jam 5 subuh! Sepiiii bangeetttt.......


Kuta Beach
Selesai sholat shubuh, gw jalan-jalan ke pantai Kuta..Indahnyooo...segerr....fresshhhh...tidak terlalu sepi, karena sudah banyak juga yang olahraga pagi di sepanjang pantai.

Jam 8 pagi, check out dari penginapan karena udah dijemput driver untuk selanjutnya jalan-jalan ke Tanah Lot!
Dan ternyata, so beautiful.....!! And I love it! I am in Bali.......!!! :D
Betah banget dengan suasana tenang ditempat itu, tapi sayangnya waktunya hanya sesaat saja. Dan akhirnya, teng jam 12 gue pulang dan langsung ke bandara! Hmmm.....so short holiday, but I'm happy :), yang penting kan nyampe ke Bali...xixiiii.............
Thanks a lot to Pak Gede yang udah nganterin aku jalan2, jadi guide yang baik hati, ramah, dan nyaman bawa mobilnya.. :)

Oya, buat syapa aja yang mau travelling / Jalan-jalan ke Bali , sekarang hubungi aku aja, insya allah aku bantu untuk siapin paket tour ke bali dengan harga terjangkau pastinya! :) Promosiii.....:D

Ini dia foto waktu di Tanah Lot, cekidot :)




READ MORE - ShoRt Holiday in Bali....!

16 Sep 2011

Fun Days With Wyper’s


Tujuan wisata ku kali ini barengan sama temen2 kuliahku. Tujuannya ke :

1. Gunung Tangkuban Parahu, Lembang , Bandung
2. Pemandian Air Panas Ciater (Sari Ater Hot Spring Water), Subang

GUNUNG TANGKUBAN PARAHU
Jumlah peserta 50 orang dengan bis wisata yang lumayan besar. Sebagai panitia,jauh – jauh hari aku coba cari info sana – sini, tapi info yang aku dapat tentang tujuan wisataku ini sangat sedikit. Akhirnya, Bismillah.....dengan membawa rombongan yang segambreng, aku, dkk berangkat pada hari Sabtu, 23 Juli 2011. Berangkat dari Jakarta jam 07.30 Wib dirasa cukup siang, semua karena jadwal y ang molor seperti kebiasaan orang2 Indonesia gitu dech! Secara anak kuliahan, tetep aja susah diajak disiplin waktu! But, it’s Ok, karena semua sudah terjadi..
Kita ambil rute: Jakarta – Sadang – Wanayasa – Jalan Cagak - Gunung Tangkuban Parahu, Lembang , Bandung.

Kenapa ambil Wanayasa? Biar sekalian bisa lihat2 desa wisata Wanayasa yang terkenal dengan Situ Wanayasa yang terletak di sisi jalan raya di Desa Wanayasa. (*situ: danau). Sepanjang perjalanan menuju lokasi wisata, peserta dimanjakan dengan pemandangan alam yang sangat indah, serta udara yang sejuk dan bersih.

Situ Wanayasa
Jalan ini merupakan jalan alternatif bagi mereka yang mau ke daerah Subang, Bandung, Cirebon, ataupun Jawa Tengah. Biasanya digunakan jika jalan raya Kalijati Subang macet.
Sesampainya di kawasan Gunung Tangkuban Parahu yang dikenal karena legenda Sangkuriang, cuaca mendung dan sangat dinginnn...tapi rombongan tetep meneruskan perjalanan ke kawah. Alhamdulillah cuaca tidak jadi hujan J dan kita bisa berwisata dengan nyaman!  


Gunung ini terletak di daerah Cikole, Lembang, Bandung dengan suhu udara berkisar 7 º C – 29 º C dengan kelembaban 45 – 95 %. Jarak dari Kota Bandung ke objek wisata ini sekitar 29 km arah utara, atau 13 km dari Lembang ke arah kabupaten Subang.

Oya, semenjak tahun 2010, kawasan Gunung Tangkuban Parahu dikelola oleh perusahaan swasta, sehingga harga tiket masuk Tangkuban Perahu pun mengalami kenaikan. Sebagai salah satu tempat wisata di Bandung, daerah ini termasuk banyak dikunjungi oleh para pelancong.
Kemarin waktu tanggal 28 Juli 2001, Harga tiket masuk kawasan Gunung Tangkuban Parahu, yaitu sebagai berikut:

Tiket Pengunjung Nusantara:
Pengunjung Nusantara Rp 13.000/orang
Kendaraan Roda Dua Rp 5.000/kendaraan
Kendaraan Roda Empat Rp 10.000/kendaraan
Kendaraan Roda Enam (Bis) Rp 20.000/kendaraan

Tiket Pengunjung Tourist Asing/Luar Negeri:
Tiket Perorang Rp 50.000/orang
Tiket Roda Dua Rp 7.500/kendaraan
Kendaraan Roda Empat Rp 15.000/kendaraan
Kendaraan Roda Enam (Bis) Rp 25.000/kendaraan

Untuk menuju ke kawah gunung, pengunjung yang memakai kendaraan bis, bis nya harus berhenti di tempat parkir yang lumayan jauh dari kawah, maka pengunjung bisa meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki atau naik kendaraan kecil (jenis L300/Elf) yang disediakan oleh pengelola.

Tiket masuk Bus
 

Ini tiket Elf dari tempat parkir bis ke kawah ratu Rp 5000/orang Pulang/Pergi
 
Tempat Parkir Bis. Bangunan di ujung sana adalah loket pembelian tiket Elf ke kawah Ratu

Dengan tarif Rp 5.000 (Pulang/Pergi), pengunjung bisa cepat sampai ke kawah gunung Ratu sebagai tujuan utama. Ingat, tiket ini jangan sampe hilang, yaa...karena itu buat bukti kalo mau pulang atau turun dari kawah menuju tempat parkir bis.
Untuk mereka yang pake motor atau mobil sendiri, bisa langsung menuju kawah ratu. Disana ada tempat parkir yang luas, ko..

Di kawasan ini, ada 10 kawah yang aktif diantaranya: 


Kawah Ratu (Kawah terbesar di Gunung Tangkuban Perahu), Kawah Domas, Kawah Upas, Kawah Baru, Kawah Jurig, Kawah Badak, Kawah Siluman, Kawah Paguyuban Badak, Kawah Lanang, Kawah Ecoma.

Selain Kawah Gunung Tangkuban Perahu, daya tarik lain dari bagian Gunung Tangkuban Perahu adalah terdapat Kawasan Hutan Gunung Tangkuban Perahu Bandung, yaitu Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan Hutan Ericaceous.

Setelah puas berfoto sono-sini, jepret sana-sini, akhirnya peserta pun segera berkumpul di tempat parkir bis setelah sebelumnya naik kendaraan elf yang sudah menunggu. Untuk naik kendaraan ini, cukup perlihatkan tiket yang sebelumnya kita beli.

Berwisata ke Gunung Tangkuban Parahu diakhiri disini, lalu lanjut ke lokasi wisata selanjutnya yaitu ke : Pemandian air panas sari ater, di Ciater, Subang.
Dari lokasi gunung Tangkuban Parahu, lokasi ini dekat dan searah jalannya. Kalo tadi kita nanjak terusss...sekarang mudun alias turunan terus jalannya. Jadi, semua harus hati-hati. Harus bawa kendaraan yang “sehat” dan layak jalan baik untuk tanjakan maupun turunan.

Setelah capek jalan kaki, mendaki di sekitar kawah gunung Tangkuban Parahu, di Sari Ater ini kita bisa bersantai melepas lelah dengan merendam kaki yang pegel. Dengan tiket masuk seharga Rp 17.000/Orang lokasi wisata Ciater cukup nyaman untuk berleha-leha...hehee...
Tapi, karena masih  ada acara dari Panitia, maka acara rendemannya gak bisa langsung dilakukan. Semua peserta diajak untuk mengikuti acara games dan bersilaturahim, kenalan, tuker kado, supaya antar mahasiswa saling mengenal.

Aku pun nyari tempat buat berkumpul, dan dapet tempat yang  lumayan laah cukup buat berkumpul semua peserta, tapi..........semua itu tidak gratis alias harus bayar!!
Karena semua tempat di lokasi wisata ini sudah ditempati oleh “teman-teman” yang menyewakan tikar.  Dan mau gak mau kita harus sewa tikar. Setelah negosiasi sama pemilik tikar, akhirnya disepakati kami sewa 6 tikar denga harga Rp 10.000/Tikar tapi dapet 10 tikar. Dan acarapun aman & lancarrrr! Dan, Untuk ngeberesin sampah, panitia panggil pegawai kebersihan yang wara-wiri di lokasi wisata Ciater yang tentunya kita kasi uang tip juga biar semua beresss..! :D
Oya, ini nih, daftar harga fasilitas di Ciater:

A.      Tiket masuk gerbang utama
Tiket orang                                                  Rp 17.000
Tiket motor                                                 Rp 8.000
Tiket mobil                                                  Rp 13.000
Tiket Bus                                                      Rp 20.000

B.      Tiket kolam & kamar rendam
          Tiket Kolam Rendam Mayang sari          Rp 31.000
          Tiket Kolam Rendam Wangsadipa         Rp 20.000
          Tiket Kolam Rendam Pulosari                  Rp 26.000
          Tiket Kamar Rendam                                   Rp 38.000
          Tiket Paket Mayangsari                             Rp 35.500
          Tiket Paket Kimannis                                 Rp 40.000


Setelah semua acara games yang dipandu seru oleh my best friend Sandi, yang bikin acara seru abizzzzzz........maka acara berendam di kolam air panas pun dimulai! Dengan harga Rp 20.000/Orang (Kolam Rendam Wangsadipa) lumayan buat melemaskan otot-otot yang pegal setelah seharian jalan-jalan. tapi, ada pula kolam rendam yang gratisan lhoo...tuuh disekitar lokasi ini..puas-puasin deh berendem disungai yang airnya angettt.....hehee..
Jam 6  sore, kita semua kumpul di tempat parkir bis dan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta via Kalijati – Sadang – Jakarta.

Ini dia foto-foto Fun Days With Wyper’s yang berhasil saya rangkum, cekidot! J

 @ GUNUNG TANGKUBAN PARAHU, Lembang, Bandung, Jawa Barat:















@ Pemandian Air Panas Ciater / Sari Ater Hot Spring Water, Ciater, Subang








READ MORE - Fun Days With Wyper’s